Para awak kapal HMS Emirates tertunduk lesu. Layar diturunkan, amunisi berkurang (baca: hampir habis), angin pun seakan berhenti bertiup, sang kapten kapal termenung dan menggeleng-gelengkan kepala. Apa pasal? Setelah berjuang dengan sepenuh hati pada saat awal keberangkatan, dengan amunisi yang siap pakai untuk menggempur lawan dan taktik jitu yang telah disiapkan sang kapten La'Proffeseur Wenger, kini harus pulang dengan tangan hampa. Semua usaha seakan sia-sia, padahal pada awal pertempuran mereka bak pasukan berani mati yang tak segan-segan menghancurkan lawan-lawan mereka. Di bawah arahan kapten dan komandan William Gallas mereka menggempur pertahanan lawan dan tinggal beberapa langkah lagi--bahkan tinggal satu kayuhan dayung lagi--mereka akan tiba di Pulau Harapan.
Itulah yang terjadi pada Arsenal, setelah gagal pada Piala Carling, Piala FA dan Liga Champions, kini Liga Utama Inggris yang lepas dari harapan mereka. Dengan menangnya MU atas West Ham 4-1, harapan Arsenal untuk memenangi Liga Inggris pupus sudah.
Dalam dua musim terakhir ini, tak ada satu pun Trophy--selain Emirates Cup--yang singgah di galeri Arsenal. Sungguh ironis, pada tahun 2004, klub ini seakan klub super power yang mampu membabat semua tim Inggris TANPA satu kali pun kalah!!! Otomatis gelar juara liga Inggris dicapai dengan penuh kebanggaan. Kejayaan (baca:glory) seakan hanya ada pada klub asal kota London tersebut. Namun, apa yang terjadi? Pada musim-musim selanjutnya seakan-akan kejayaan itu pudar diiringi dengan "berkhianat"-nya punggawa-punggawa Arsenal ke klub lain. Sebut saja Patrick Vieira, Robert Pires, Sol Campbell, Lauren, Freddie Ljunberg, Ashley Cole dan terakhir--yang paling disayangkan--Thierry Henry.
Sekedar catatan, perhatikan nama terakhir yang saya sebut, bagaimana karir di klub barunya? MATI. Kemampuannya, ketangkasannya, kecepatannya, composure, finishing, technique, determination-nya seakan hilang. Kata apa yang pantas untuk diucapkan? BODOH.
Oke, kita kembali pada topik semula. Setelah ditinggal oleh pemain-pemainnya, Arsenal--atau lebih tepatnya, Arsene Wenger--mulai bereksplorasi (.....bereksperimen...) dengan pemain-pemain jebolannya sendiri. SAATNYA KAUM MUDA MEMIMPIN. Ya, pemain muda, Young Gunners. Pada musim 2007/2008 atau musim ini, dengan semangat muda dan kecepatannya, Arsenal melanggeng dengan mudahnya naik ke peringkat PERTAMA dalam klasemen liga Inggris. Bahkan, klub si Abramovich pun dilibas dengan skor 2-0!!! Huhahahaha...!!! .............
Di balik itu semua, ada satu kesalahan--kesalahan BESAR-- yang dialami Arsenal. TIDAK ADA SOSOK PEMIMPIN SEJATI. Ya, itulah ke-sa-la-han-nya. Selain itu, absennya Tomas Rosicky karena cedera dan INSIDEN BESAR yang dialami Eduardo punya "andil" besar dalam perjalanan Arsenal musim ini.
...................
Sekarang...
FOKUS pada musim depan!!!! Lupakan kesalahan-kesalahan yang telah kau lakukan wahai para pendekar Arsenal Sejati!!! Jadikan semua itu sebagai pengalam yang paling berharga!!!Siapkan amunisimu!!! Hunus pedangmu!!! Kembangkan layarmu!!! Arungi samudera Premiere League dengan penuh semangat dan Optimis!!!
BRING BACK OUR GLORY!!!!!!!!!!!
Kami--dan saya, tentunya--akan selalu setia mendukungmu!!!!!!!!!!!!!!